Setiap kali pulang ke Padang, makan gulai ikan karang di Bungus selalu jadi agenda. Di sini memang terkenal dengan gulai ikan kuah kuningnya yang kental dan gurih. Apalagi kalau suka makan kepala ikan, sudah pasti itu yang dipesan. Banyak lo yang rela jauh-jauh datang ke sini, termasuk kami. Soalnya butuh perjalanan sekitar 1 jam dari Kota Padang.
Sebenarnya banyak yang menjual gulai ikan di sepanjang jalan Bungus. Cuma, pasti ada tempat makan yang lebih ramai dari yang lain. Nah, kata Mama saya, Rumah Makan Jaso Mande ini gulainya enak. Jadilah kemarin kami makan siang bersama di sini. Ternyata memang enak dan terbukti ramai. Mungkin kalau kami datangnya lebih siang lagi, tidak akan kebagian meja.
Bagaimana suasana tempat makannya dan apa saja yang kami makan? Yuk, bahas satu per satu. Supaya bisa menjadi referensi kuliner teman-teman yang di Padang atau yang mau berkunjung ke Padang.
Suasana Pinggir Pantai yang Bikin Nyaman
Rumah Makan Jaso Mande ini terletak persis di pinggir pantai. Harusnya sih bisa main ke pantainya. Namun, karena siang itu terlalu panas dan anak-anak tidak bawa topi, kami hanya menikmati pemandangan dari pinggir saja.
Sebaiknya pilih meja yang paling dekat dengan pantai. Ada tempat duduk-duduk juga di bagian belakang yang langsung berhadapan dengan laut. Andai tidak ada pengunjung lain yang merokok, mungkin saya akan duduk di sini dulu sampai hidangan tersaji seluruhnya.
Untuk masuk ke area belakang, kita harus buka alas kaki dulu. Mungkin untuk menjaga kebersihan secara menyeluruh. Mejanya ada yang lesehan dan ada juga yang kursi. Enaknya lesehan biar bisa santai-santai lebih lama sambil selonjoran. Memungkinkan juga untuk menerima tamu dalam jumlah besar. Solanya kemarin ada yang datang serombongan dan sepertinya lebih dari 20 orang. Muat kok. Tersedia pula toilet yang bersih.
Rumah Makan Jaso Mande memang tempat makan keluarga. Makanya mejanya panjang-panjang dan besar-besar. Jadi, kalau mau mengajak keluarga besar makan ke sini, cocok sekali. Hidangannya pun untuk segala usia dan memuaskan selera para pecinta masakan Minang. Apalagi yang memang asli Minang.
Baca juga: Belut Garing dan Telur Barendo Super Kriuk di RM Pondok Goreng Baluik Ampang Cabang Payakumbuh
Selanjutnya, mari kita bahas poin yang paling penting, yaitu menu. Jujur, saya tidak menyantap terlalu banyak menu, hanya beberapa saja. Namun, perpaduan yang sedikit ini saja sudah sangat memanjakan lidah.
O iya, di tulisan kali ini tidak dicantumkan harga, ya. Karena kebetulan yang bayar Papa saya. Sudah diwanti-wanti saya tidak perlu lihat bill. Tenang, harganya tidak akan semahal tempat-tempat makan ekskusif di Jakarta kok, hehe.
Gulai Ikan Karang
Seperti yang saya singgung tadi, kalau suka kepala ikan, itu menjadi menu andalan di daerah Bungus. Patut dicoba kalau memang suka. Karena saya tidak bisa makan kepala ikan, jadilah makan bagian badannya yang full daging dan tentu saja ini juga enak.
Syarat makannya, kuah gulai harus dituangkan banyak ke nasi agar lebih mantap. Ikan yang diolah disebut dengan ikan karang, namun saya tidak bisa memastikan jenis ikannya apa, entah ikan kerapu atau ikan kakap atau ikan lain yang hidup di terumbu karang. Yang jelas, dagingnya lembut tapi bukan yang gampang hancur.
Kuahnya berempah, kental, dan gurihnya meresap hingga ke dalam daging ikan. Potongan ikannya pun lumayan besar. Satu potong cukup untuk dimakan sampai nasi sepiring habis. Dijamin nambah deh kalau sudah makan gulai ikan karang di Bungus ini.
Ikan Bakar
Masih menggunakan ikan yang sama, hanya pengolahannya saja yang beda. Awalnya yang dihidangkan adalah ikan nila. Lalu Papa saya meminta ikan karang yang dibakar. Ternyata ada. Inilah yang menjadi pilihan lauk anak-anak saya. Untung saja, karena ikan nila bakar kan sudah biasa banget dan mudah dijumpai juga di Jakarta.
Bumbu bakarnya berwarna merah, namun tidak pedas. Khas bumbu bakar Minang yang selalu tampak menggugah. Daging ikannya masih lembut, tebal, dan tidak dibakar sampai terlalu gosong. Enaknya sih dimakan dengan sambal-sambalan biar tidak kering dan lebih lengkap. Mau disiramkan kuah gulai juga pasti lebih nendang. Ini bisa menjadi menu pilihan kalau lagi tidak pengin makan kuah santan.
Sambal Lado Hijau Campur-campur
Saya bilang campur-campur karena isiannya banyak. Sebenarnya agak kurang tepat sih dibilang sambal lado, karena cabai hijaunya tampak seperti diiris-iris dan tidak selumat sambal lado. Tapi saya bingung mau menyebutnya apa. Ya sudah, yang penting sudah menggambarkan.
Isiannya ada ikan bada (teri) yang sudah dibersihkan kepalanya, terong, dan jengkol. Kemudian diaduk dengan tumisan cabai hijau yang masih kasar. Ini cocok sekali dimakan bersama ikan gulai atau ikan bakar. Tidak terlalu pedas serta sukses memberi tekstur dan rasa lebih karena isiannya yang banyak. Enak deh pokoknya.
Peyek/Keripik Udang
Saya sangat merekomendasikan teman-teman melengkapi piringnya dengan peyek udang kalau makan di Rumah Makan Jaso Mande. Ini tuh seperti penyempurna, kayak kerupuk. Cuma kerupuknya juga berempah, bukan hanya sekadar memberi sensasi kriuk-kriuk.
Ukurannya besar. Kalau kiranya tidak habis dimakan sendiri, mending dibagi dua saja. Kalau teman-teman pernah makan sala lauak yang bulat, nah rasanya mirip. Kaya rempah dan gurih. Udang yang menjadi toping juga lumayan besar sehingga bisa dimakan dagingnya. Kalau tidak dihidangkan di awal, minta saja, ya.
Sebenarnya lauk yang tersedia di Rumah Makan Jaso Mande ini bukan hanya yang kami makan itu saja. Banyak lagi yang lain, seperti ayam goreng, dendeng, perkedel, dan ada urap juga. Kata Mama saya, rendangnya juga enak. Sayang sampai kami mau pulang, rendangnya belum matang. Kalau ingin melihat lebih banyak variasi lauknya, bisa ke etalase di bagian depan.
Begitu pula minuman, juga ada beberapa pilihan. Kami hanya memesan es teh manis saja. Apalagi yang paling cocok dan menyegarkan saat panas-panas siang bolong kalau bukan es teh manis? Selain itu ada jus juga kalau ingin olahan buah. Tapi saran saya, jangan pesan jus buah yang terlalu mengenyangkan. Takutnya tidak habis karena sudah kekenyangan makan nasi dengan ikan gulai.
Itulah pengalaman kami makan di Rumah Makan Jaso Mande, Bungus. Bila ingin ke sini untuk makan siang, sebaiknya jangan sampai terlalu siang. Sebelum jam 12 lah kira-kira. Biar bebas memilih meja yang lebih dekat dengan pantai.
Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi kuliner teman-teman, ya.









Post a Comment