Pengalaman Pertama Anak-anak ke Goa! Goa Kelelawar Padayo (Guo Kalaluang) Indarung, Padang

Saya baru tahu, ternyata di Kota Padang ada goa! Tidak sengaja menemukan informasi tentang Goa Kelelawar Padayo, atau disebut juga Guo Kalaluang oleh masyarakat sekitar ini pas searching karena bingung mau jalan-jalan ke mana lagi waktu mudik lebaran lalu. Mau ke Goa Ngalau Indah di Payakumbuh, kejauhan. Eh, ternyata ada yang dekat. Kebetulan pula anak-anak belum pernah ke goa. Antusias lah mereka.


Pengalaman Pertama Anak-anak ke Goa! Goa Kelelawar Padayo (Guo Kalaluang) Indarung, Padang

Dari pusat Kota Padang, perlu menempuh perjalanan sekitar 45 menit - 1 jam. Tidak sulit menemukan belokan masuknya, karena kita masuk dari gerbang PT Semen Padang. Saya sampai takut salah jalan. Soalnya banyak portal yang dijaga oleh satpam di sepanjang perjalanan dalam area Semen Padang ini. Tapi, saat kami bilang mau ke goa, portal dibukakan. Agak bikin deg-degan sih emang.


Baca juga: Puas Menikmati Tebing Harau di Casa Glamping


Bagi yang baru pertama kali ke sini, pakai Google Maps untuk memudahkan. Karena komplek Semen Padang ini luas, dengan beberapa persimpangan jalan. Nanti terdapat beberapa petunjuk arah untuk menuju goa, jadi perhatikan tanda tersebut di pinggir jalan, ya.


Petunjuk arah ke Goa Kelelawar

Walau di jalan sempat hujan, alhamdulillah saat kami sampai di goa, hujan sudah reda. Dikira bakalan sepi, ternyata ramai yang datang ke Goa Kelelawar ini. Ada yang pakai mobil, dan tidak sedikit juga yang pakai motor. Sedikit informasi, mendekati goa, jalannya menyempit. Susah kalau berselisih dengan mobil lain dari arah berlawan. Cuma, karena ini jalan perkampungan yang sepi, jadi tidak banyak kendaraan kecuali pengunjug goa. 


Informasi Singkat tentang Goa Kelelawar Padayo


Informasi Singkat tentang Goa Kelelawar Padayo di Indarung, Padang

Goa Kelelawar Padayo sudah berusia sekitar 365 juta tahun. Terletak di ketinggian 416 mdpl. Batu gamping atau batu kapur yang terdapat di dalam goa merupakan jenis batuan sedimen yang berasal dari sisa hewan laut yang telah mati. Bayangkan, berarti dulu air laut sampai ke atas bukit sini lo! Batu gamping ini mengandung banyak kalsium karbonat atau CaCo3 dengan sifat yang mudah larut saat terkena air hujan. Makanya, banyak rongga-rongga yang terbentuk di dalam batuan yang disebut juga dengan karstifikasi.


Berkat karstifikasi ini, Goa Kelelawar jadi punya keunikan yang masih diamati hingga sekarang, yaitu aliran sungai yang melewati bebatuan, serta stalaktit dan stalagmit yang menjadi rumah berbagai spesias, termasuk kelelawar. Tidak heran bila goa ini termasuk dalam kategori bentang alam karst yang wajib dilindungi untuk konservasi berdasarkan Permen ESDM No.17 Tahun 2012.



Tiket Masuk Goa Kelelawar (Guo Kalaluang) Rp10.000


Tiket Masuk Goa Kelelawar (Guo Kalaluang) Rp10.000

Beberapa puluh meter dari area goa, ada penjaga tiket yang duduk siaga di depan meja kayu. Ia menggunakan rompi PT Semen Padang. Mungkin tempat wisata ini dikelola oleh Semen Padang? Saya juga tidak tahu, hanya mengira-ngira. Harga tiketnya tidak mahal, hanya 10.000 saja per orang. Penting! Tiketnya disimpan, ya, karena akan diminta sebelum masuk goa.


Jalan yang kami lalui dari parkiran ke gerbang goa
Jalan tanah yang kami lalui dari parkiran mobil ke gerbang goa


Bila bawa mobil, parkirnya agak ke depan. Perlu berjalan lumayan jauh sampai ke gerbang. Terasa seperti tracking atau hiking di perbukitan dengan jalan tanah bebatuan, hehe. Tidak apa, hitung-hitung olahraga. Tapi, kalau teman-teman bawa motor, bisa langsung parkir persis di depan gerbang masuknya. 


Menuruni Banyak Anak Tangga dari Gerbang ke Goa Kelelawar


Gerbang Goa Kelelawar

Saya sempat mengeluh melihat banyaknya anak tangga yang harus kami lalui hingga benar-benar sampai di mulut goa. Bahkan goanya tampak kecil karena masih jauh dari gerbang. Ini menjadi tantangan yang harus diperhitungkan bila teman-teman ke sini. Bagi saya yang jarang olahraga, cukup melelahkan. Pas menuju goa sih masih kuat, tapi pas kembali ke mobil dan menanjak curam, astaga capek sekali. 


Banyak anak tangga yang mesti dilalui
Banyak anak tangga yang mesti dilalui
Tangga lagi
Tangga lagi
Kalau capek, bisa istirahat dilu di sini
Kalau capek, bisa istirahat dilu di sini

Suasana hijau di sekeliling goa
Suasana hijau di sekeliling goa

Ada kali kecil yang airnya jernih
Ada kali kecil yang airnya jernih

Ada jembatan kayu untuk menyeberang kali
Ada jembatan kayu untuk menyeberang kali


Penghiburnya adalah suasana yang hijau dan asri. Terawat, bersih. Walau berjalan jauh, saya dan anak-anak masih bisa menikmati. Berbagai bunga ditanam dan bermekaran dengan cantik. Rumput-rumput hijau pun terbentang untuk tempat duduk-duduk atau piknik. Ada sungai kecil pula, yang airnya bening. Mungkin kalau bawa tikar dan bekal, kami akan menghabiskan sore di sini. Piknik tipis-tipis gitu. Pastikan juga teman-teman berfoto di luar goa ini. Tak kalah indah dari di dalam goanya.


Masuk ke Dalam Goa Menapaki Jembatan Kayu dan Foto-foto sampai Puas


Pintu masuk Goa Kelelawar
Pintu masuk Goa Kelelawar

Goa ini tidak besar dan rutenya tidak panjang, jadi ramah banget untuk anak-anak yang baru pertama ke goa seperti anak-anak saya. Khawatirnya mereka menolak masuk karena takut gelap. Ternyata malah happy. Dari mulut goa, sudah langsung ada jembatan kayu sebagai rute untuk berjalan. Jadi tapakan kita rata dan tidak sulit melangkah. Aroma khas "rumah kelelawar" seketika menyeruak. Diiringi suara lengkingnya yang sesekali terdengar, bahkan ada yang terbang melintas. Seru!


Jembatan kayu untuk berjalan di dalam goa
Jembatan kayu untuk berjalan di dalam goa


Masuk lebih ke dalam, goa jauh lebih luas. Jalan masuknya memang tidak lebar, namun di dalamnya terdapat ruang besar yang seolah-olah itu menjadi aulanya. Banyak lampu yang membuat bagian dalam goa menjadi terang. Makanya bagus banget untuk foto-foto.


Area luas di dalam goa
Area luas di dalam goa

Salah satu spot favorit berfoto
Salah satu spot favorit berfoto


Kalau mau lebih estetik lagi, bisa turun ke bawah dan menginjak tanah padatnya. Air yang menetes dari langit-langit, di mana di atas goa ini ditutupi oleh banyak pepohonan, membentuk aliran-aliran kecil air di dasarnya. Menarik . Jarang-jarang kan ke tempat alami seperti ini, apalagi goa, jarang banget adanya.


Tempat luas untuk berfoto, harus turun dari jembatan kayu
Tempat luas untuk berfoto, harus turun dari jembatan kayu

Persimpanagn jembatan kayu yang estetik

Ini juga spot foto yang tak kalah bagus
Ini juga spot foto yang tak kalah bagus, tapi gantian dengan yang lain


Kami berfoto di setiap sudut sampai puas. Mencari spot-spot terbaik dengan latar cantik yang menonjolkan stalaktit dan stalagmit di dinding dan dasar goa. Usahakan memilih spot yang di belakangnya tidak ada orang berlalu lalang. Biar tidak ada bagian goa yang tertutupi. Kan sayang sudah jauh-jauh ke sini, latar fotonya malah pengunjung lain. 


Spot foto paling bagus, bisa teman-teman coba
Spot foto paling bagus, bisa teman-teman coba

Saking penasarannya, saya melihat ke sudut-sudut terdalam. Ada beberapa pintu lain menuju ke luar goa, tapi jalannya sulit untuk dilalui. Seolah itu menjadi jendela-jendela yang melancarkan sirkulasi udara, sehingga tidak terasa menyesakkan. Ada lubang besar juga di bagian bawah yang perlu diwaspadai. Maka dari itu, penting memerhatikan tanda-tanda peringatan sebagai batas aman untuk pengunjung. 


Salah satu sisi goa
Salah satu sisi goa

Salah satu pintu gua yang tembus ke luar, tapi tidak bisa dilalui
Salah satu pintu gua yang tembus ke luar, tapi tidak bisa dilalui

Sebenarnya, selain di dalam, juga ada tempat berfoto di atas goa. Ada tangganya, tapi sudah rusak. Dari pada terjatuh, kami memilih tidak berfoto di sana. Cuma masih banyak pengunjung yang nekat naik dan menikmati pemandangan dari atas sambil menambah koleksi dokumentasi. Semoga segera diperbaiki demi kenyamanan dan kelengkapan pengalaman pengunjung.


Fasilitas di Area Goa Kelelawar


Fasilitas di Area Goa Kelelawar

Beberapa fasilitas tersedia di sini. Ada toilet, mushala, dan warung untuk membeli makanan dan minuman di gerbang masuk. Di bawah dekat goa tampak seperti ada kedai yang tutup. Saya tidak tahu apakah memang ada kedai di situ dan kebetulan tutup karena masih suasana lebaran, atau memang sudah tutup permanen. Lebih baik mending beli dulu di warung dekat gerbang kalau butuh minum atau camilan.


BONUS: Melihat dan Memberi Makan Rusa


Melihat dan Memberi Makan Rusa

Ditengah-tengah perjalanan dari gerbang utama PT Semen Padang yang berbentuk tanduk kerbau besar, hingga ke Goa Kelelawar, terdapat penangkaran rusa yang juga menjadi favorit banyak pengunjung. Sebenarnya kami sudah melihat saat menuju goa. Tapi, kami memutuskan ke sini sepulangnya saja biar tidak terburu-buru.


Kalau yang ini gratis. Bisa puas melihat atau memegang rusa dari luar pagar. Rusanya pun banyak dan sehat. Jadi kesenangan tersendiri ketika melihat hewan-hewat yang aktif bergerak ke sana ke mari. Tapi, kalau mau memberi makan, bisa membeli kangkung seharga Rp5.000. Ternyata rusa suka kangkung juga, ya.


Baca juga: Istana Seafood, Tempat Makan Keluarga Eksklusif di Ketaping Pariaman


Saran untuk teman-teman yang mau ke Goa Keleawar Padayo, Indarung Padang

Sedikit saran bagi teman-teman yang ingin ke Goa Kelelawar Padayo untuk pertama kali.

  • Pastikan memakai pakaian nyaman dan sepatu/sandal yang sesuai dengan medan yang akan dilalui. Jangan sekali-kali pakai sepatu berhak atau rok dan celana yang menyulitkan.
  • Kalau ke sini siang hari, terutama bawa anak-anak, sebaiknya pakai topi. 
  • Bawa payung juga untuk jaga-jaga takut tiba-tiba hujan. Soalnya lokasi Goa Kelelawar ini sudah di atas bukit yang lebih sering hujan.
  • Wajib bawa minum dan camilan. Capek jalan jauh.
  • Lebih baik ke sini agak sore agar tidak terlalu panas. Tapi, risikonya waktu jadi terbatas. Tetap kembali ke pilihan masing-masing, ya.
  • Bawa tripod agar semua bisa masuk frame, tidak perlu minta tolong orang. Soalnya orang lain juga sibuk foto-foto.
  • Pertimbangkan kembali untuk mengajak orang tua yang susah untuk berjalan jauh dan naik-turun tangga. Karena rutenya pasti sulit dilalui oleh orang tua atau nenek/kakek kita.


Dari pengalaman kami ke Goa Kelelawar Padayo atau Guo Kalaluang di Indarung ini, goanya cukup ramah untuk anak-anak dan cukup bagus juga sebagai edukasi. Jalannya memang agak menantang karena perlu menurun dulu ke bawah untuk sampai ke mulut goa, tapi masih oke dilalui karena tangga dan jalannya dibuat bagus. Sesederhana dengan merendahkan setiap anak tangga. Walau jumlah anak tangganya jadi banyak, ini berhasil membuat langkah tak terlalu berat. Terutama saat balik pulang yang harus menanjak tinggi.


Bagi teman-teman yang sedang berkunjung ke Padang dan mencari wisata alam selain pantai, Goa Kelawar Padayo ini bisa menjadi pilihan. Sekaligus berwisata edukasi sambil menjelaskan tentang goa kepada anak-anak.


Semoga bermanfaat.

Post a Comment