Siapa yang belum tahu kalau kawasan Candi Prambanan ini terletak di dua provinsi? Pintu masuknya di Klaten, Jawa Tengah, sedangkan pelataran Candi Prambanannya di Sleman, Yogyakarta. Jadi, berjalan dari gerbang masuk, beli tiket, lalu masuk ke bangunan candi, kita sudah lintas provinsi. Unik, ya?
Ini kali kedua saya ke Candi Prambanan. Dulu yang pertama saat hamil si sulung, sekarang sudah bawa anak dua. Bagian candinya masih sama, cuma sesingkat ingatan saya, sekarang jauh lebih rapi dan bersih. Lebih nyaman juga buat pengunjung. Secara tiket masuknya kan lumayan, hehe.
Baca juga: Ini Informasi Harga Berwisata ke Pantai Parangtritis, Mulai dari Tiket Masuk hingga Naik Jeep
Berikut pengalaman kami ke Candi Prambanan akhir tahun 2025 lalu. Berapa harga tiket masuknya dan apa saja yang bisa dinikmati di dalam kawasannya? Baca sampai habis, ya. Bagi saya pribadi, ini cocok banget dijadikan wisata edukasi bersama anak.
Tapi, sebelum membahas harga tiket, kayaknya lebih seru bila membahas keindahan dan keseruannya dulu. Biar teman-teman yang belum pernah ke sini bisa mendapat referensi utamanya. Kalau kita mengunjungi tempat wisata, pasti ingin tahu dulu apa isinya kan?
Merinding Merasakan Kesakralan Candi Prambanan
Niat utama saya ke sini adalah memperkenalkan candi kepada anak-anak. Mereka belum pernah sekalipun melihat candi secara langsung. Saya sudah berencana akan menyusuri dan menjelaskan dengan sebaik-baiknya agar bisa menjadi pengalaman sekaligus menambah ilmu. Sejak punya anak, wisata edukasi selalu menjadi incaran saya.
Ternyata, bukan hanya anak-anak yang belajar. Saya pun juga banyak belajar dan bertanya kepada petugas di sana. Bila dulu saya sibuk foto-foto, sekarang saya melihat ke dalam setiap bangunan candi. Saya baru tahu kalau ternyata di dalamnya ada arca para dewa!
![]() |
| Menanyakan informasi tentang candi kepada petugas |
Saat kami memasuki gerbang kawasan utama Candi Prambanan, sudah disambut dengan aktivitas religi yang dilakukan oleh satu penganut agama Hindu. Saya salut dengan petugasnya, bila ada yang beribadah, pasti sangat dijaga agar tidak terlalu terganggu oleh pengunjung. Bahkan kalau umat Hindu ramai yang beribadah, misal di hari-hari besar, pelataran candi bisa ditutup demi menjaga kekhusyukan. Karena Candi Prambanan memang menjadi tempat ibadah umat Hindu di Pulau Jawa.
![]() |
| Umat Hindu sedang beribadah di Candi Prambanan |
Kemudian kami masuk ke bangunan candi. Banyak sekali candi, tapi tidak semuanya memiliki patung dewa di dalam. Sebagai tambahan pengetahuan, berikut nama candi-candi tersebut.
- Candi Trimurti, merupakan candi utama dan paling suci, yang terdiri dari Candi Siwa, Candi Wisnu, Candi Brahma. Yang terbesar adalah Candi Siwa, terletak paling tengah. Terdapat Arca Dewa Siwa, Agastya, Ganesha, dan Durga. Kemudian di sampingnya ada Candi Brahma dan Candi Wisnu dengan arca dengan nama yang sama di dalamnya.
- Candi Wahana terdiri dari Candi Garuda, Candi Nandi, dan Candi Angsa. Kata mas petugasnya, candi ini menggambarkan kendaraan bagi para dewa dan berada tepat di depan candi penunggangnya. Hanya Candi Nandi yang terdapat arca di dalamnya, sedangkan yang lainnyya ditemukan sudah dalam keadaan kosong.
- 2 Candi Apit, 4 Candi Kelir, dan 4 Candi Patok/Sudut. Kalau yang ini ukurannya jauh lebih kecil.
- 224 Candi Perwara yang ada di bagian luar pagar. Candi ini ada yang masih berdiri, tapi kebanyakan sudah hancur bersisa puing.
![]() |
| Candi utama Candi Prambanan |
![]() |
| Candi Perwara di bagian pelataran tengah |
![]() |
| Puing Candi Perwara |
Saat melihat arca Dewa Siwa, ini arca pertama yang kami lihat, jujur saya merinding. Bukan lebay, tapi benar-benar merinding. Dalam suasana yang gelap, arca menjulang tinggi ke atas. Mungkin ini yang dinamakan suasana sakral. Sempat saya tanya kenapa tidak diberi lampu, ternyata alasannya karena instalasi listrik dapat merusak bangunan candi. Dulu pernah diberi obor, namun sekarang tidak lagi.
![]() |
| Arca-arca di Candi Siwa |
![]() |
| Arca Wisnu dan Brahma |
Arca berkesan selanjutnya adalah arca Durga karena menjadi arca perempuan satu-satunya. Penduduk setempat juga menyebutnya dengan Roro Jonggrang, yang dikaitkan dengan sosok legendaris Roro Jonggrang. Tahu kan ceritanya? Yang minta dibuatkan 1000 candi dalam satu malam itu, lo. Dari arcanya saja, saya bisa membayangkan kecantikan yang dimilikinya.
Selain arca-arca yang terus membuat saya kagum, di dinding candi juga penuh dengan ukiran mengagumkan. Walau saya tidak mengerti apa makna dari setiap rangkaian gambarnya, saya tahu betul bahwa semuanya menceritakan kejadian bersejarah dan penting pada masanya. Saya selalu kagum dengan skill pembuatnya yang bisa memahat batu dengan begitu indah. Bahkan detail sekali.
![]() |
| Menjelaskan makna pahatan ke anak-anak |
Kalau teman-teman berencana ke Candi Prambanan, pastikan memasuki setiap candi dan melihat arcanya, ya. Ini yang membuat kunjungan kami kemarin, terutama saya, menjadi sangat berkesan. Berbeda sekali rasanya dengan kunjungan saya dulu yang hanya melihat dari luar.
Keseruan Lain di Kawasan Candi Prambanan
Kami ke Candi Prambanan sudah melewati jam makan siang sampai sore hampir Magrib. Yang utama memang mengelilingi dan melihat puas setiap sudut candi. Tapi, ternyata banyak bonus keseruan lain yang kami dapatkan di sini. Berikut yang tidak kami lewatkan.
✅ Menikmati Pemadangan Sore
Sebelumnya kami tidak tahu kalau ternyata suasana sore di Candi Prmabanan ini sangat menakjubkan. Kami duduk di pinggir pelataran utama candi yang posisinya masih lebih tinggi dari sekitar. Langit jingganya bikin hati tenang dan betah.
✅ Duduk Santai di Lapangan
Beruntung kami menikmati sore di sini. Di lapangan besar setelah keluar dari pelataran utama Candi Prambanan (bukan gerbang exit), terlihat hamparan rumput hijau yang terawat. Banyak banget pengunjung yang duduk-duduk di sini. Jadinya kami juga ikutan. Ternyata memang asyik. Anak-anak pun bebas berlarian dan loncat-loncat tanpa hambatan.
✅ Bermain Permainan Tradisional
Lanjut jalan lagi menuju gerbang exit, kami bertemu satu tempat yang menyediakan berbagai mainan tradisional. Semua bisa dicoba sepuasnya GRATIS. Tapi, kalau mau memberikan sedikit ucapan terima kasih, juga bisa. Ada egrang, hula hoop, dan lainnya. Semua dibuat dari bambu, membuat saya teringat masa lalu saat masih kecil. Ternyata setelah puluhan tahun tak pernah memainkannya, kemampuan saya hilang. Jadi susah banget!
✅ Melihat Hewan
Ini fasilitas selanjutnya sebelum keluar kawasan. Walau tidak banyak hewan, tapi ini cukup menarik untuk dilihat. Ada burung Cenderawasih, burung Kasuari, dan banyak sekali rusa. Anak-anak biasanya suka melihat hewan-hewan begini.
✅ Oleh-oleh dan Souvenir
Ini pas banget di urutan paling akhir sebelum ke parkiran. Penjual makanan dan minuman, baju-baju khas Prambanan, dan beragam souvenir. Semuanya otentik. Kalau mau beli oleh-oleh yang akan mengikat kenangan saat ke Candi Prambanan, mending beli deh beberapa.
Keseruan lain yang tak sempat kami lakukan adalah menaiki Jeep mengelilingi kawasan candi yang besar. Soalnya di sini bukan cuma ada Candi Prambanan, tapi ada juga Candi Plaosan, Candi Sojiwan, Candi Barong, dan spot menarik lainnya. Kemudian ada sewa sepeda dan kendaraan listrik lain untuk berkeliling tanpa capek, serta yang sayang sekali kami tidak berkesempatan ke pasar rakyat yang baru dibuka esok harinya. Padahal melihat dekorasi uniknya yang penuh bambu dan atap rumbia, bikin mupeng pengin ke sana. Belum rezeki.
![]() |
| Peta Candi Prambanan dan harga sewa kendaraan listrik |
Jadi, di Candi Prambanan ini memang sering diadakan event-event di momen khusus. Misal di akhir tahun seperti waktu kami berkunjung, sampai malam harinya menjelang tahun baru juga banyak acara. Bila ingin sekalian datang ke acara-acara ini, bisa dicocokkan waktunya, ya.
Harga Tiket Masuk Candi Prambanan
Tiket masuk ke Candi Prambanan berbeda untuk weekdays dan weekend. Berbeda juga untuk dewasa dan anak-anak. Bisa dibeli online atau on the spot. Berikut detail harganya.
Tiket Reguler
📌 Hari Senin - Jumat
Dewasa (>10 tahun) Rp50.000
Anak-anak (3-10 tahun) Rp25.000
📌 Hari Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional
Dewasa (>10 tahun) Rp65.000
Anak-anak (3-10 tahun) Rp35.000
Tiket Terusan Prambanan - Borobudur
Dewasa (>10 tahun) Rp80.000
Anak-anak (3-10 tahun) Rp40.000
Tiket Terusan Prambanan - Ratu Boko (Free shuttle 08.00-12.00 WIB)
📌 Hari Senin - Jumat
Dewasa (>10 tahun) Rp85.000
Anak-anak (3-10 tahun) Rp40.000
📌 Hari Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional
Dewasa (>10 tahun) Rp100.000
Anak-anak (3-10 tahun) Rp50.000
Harga tiket untuk wisatwan mancanegara berbeda. Kalau tidak salah ingat, untuk tiket reguler, yang dewasa Rp400.000 dan anak-anak Rp250.000. Tolong direvisi bila salah, ya. Paling tidak, berkisaran segitu harganya.
Kami membeli yang reguler dan saat itu sudah masuk ke liburan akhir tahun. Menurut saya, harga tiket tersebut sesuai dengan pengalaman yang akan kita dapatkan di dalam. Petugasnya pun baik-baik. Kalau kita bertanya, pasti dijelaskan dengan detail. Saolnya saya penasaran dengan banyak hal di candi megah ini. Ditambah tempatnya juga bersih dan terawat, bikin nyaman.
Terakhir, berdasarkan pengalaman kami kemarin, berikut sedikit saran untuk teman-teman yang akan berkunjung ke Prambanan.
- Sebaiknya hindari tengah hari karena panas banget. Mending pilih menjelang sore biar bisa sekalian menikmati indahnya sunset pas cuaca cerah.
- Jangan cuma di luar saja, tapi masuki candi-candinya, terutama yang terdapat arca. Ini akan membuat kunjungan ke Candi Prambanan terasa spesial.
- Hati-hati saat naik-turun tangga, terutama saat bawa anak-anak. Soalnya anak tangga cukup tinggi dan tidak terlalu lebar. Pengunjung yang lain juga ramai melewati tangga ini.
- Pastikan, wajib, harus, patuhi aturan yang ada. Jangan merusak dan mengotori tempat sakral ini.
- Jangan ragu untuk menanyakan kepada petugasnya tentang Candi Prambanan. Atau beli buku-buku tentang candi ini yang banyak dijual. Tidak mahal kok. Saya saja menyesal kenapa kemarin lupa beli. Lumayan banget untuk menambah ilmu.
![]() |
| Baca juga berbagai informasi tentang Candi Prambanan di lokasi |
- Jangan keluar area utama candi terlalu dekat dengan jam tutup, yaitu jam 17.00 WIB. Supaya bisa menikmati keseruan lain yang ada di luar pelataran utama.
- Jangan lupa bawa minum karena tidak ada yang jualan di area dalam candi. Haus lo keliling-keliling dan naik-turun tangga.
Semoga bisa menjadi referensi wisata teman-teman kalau sedang atau akan berkunjung ke Jogja, ya!
























Post a Comment