Makan Enak, Belajar Membatik, dan Menyusuri Desa Naik VW di Omah Cantrik Jogja, Hemat Ambil Paket Aja!

Omah Cantrik ini bukan hanya sebatas tempat makan, tapi juga sekalian tempat wisata. Soalnya, selain makan, kita juga bisa melakukan beberapa aktivitas menarik yang saya yakin tidak banyak tempat menyediakannya. Berhubung Omah Cantrik ini masih dalam lini bisnis Raminten, jadi apa yang ada di dalamnya bersifat tradisional dan khas Jogja.

Makan Enak, Belajar Membatik, dan Menyusuri Desa Naik VW di Omah Cantrik Jogja, Hemat Ambil Paket Aja!

Sebenarnya, saya tahu informasi tentang tempat makan otentik ini dari media sosial. Sempat deg-degan karena jalan menuju ke lokasi cukup sepi dan memang melewati pedesaan. Kami mengandalkan Google Maps, takut kalau jalan yang diinstruksikan adalah jalan alternatif. Setelah sampai, ternyata jalannya benar dan Omah Cantrik ini lebih ke hidden gem. Enggak heran kalau suasananya teduh dan asri. Bikin betah berlama-lama.


Mungkin kalau bukan dari media sosial, saya tidak akan tahu ada tempat makan di tengah-tengah desa begini. Namun, meski hidden gem, pas kami tiba, banyak mobil-mobil yang berjejer di parkirannya. Oh, berarti sudah bukan hidden gem ya, hehe. Padahal di hari kerja lo. Kalau di hari libur atau weekend, pasti jauh lebih ramai.

Kami ke sini pas di jam makan siang. Sekitar jam 1 siang. Eh, tahu-tahu pulangnya sudah mau magrib! Dan entah kenapa, tidak membosankan sama sekali. Biar enggak penasaran, langsung saja, ini yang kami lakukan di Omah Cantrik serta informasi harganya supaya teman-teman bisa menyiapkan budget bila berencana ke sini.

Makan Kenyang dan Nikmat dengan Menu Paket untuk Ber-4 Rp385.000 


Makan Kenyang dan Nikmat dengan Menu Paket untuk Ber-4 Rp385.000

Sebelumnya saya tidak tahu kalau ada menu paket di sini. Malah paketnya juga sekalian dengan naik VW. Pas sekali dengan apa yang kami rencanakan. Makanya, saat melihat menu, saya dan suami langsung yakin untuk memilih paket ini. Kalau sudah dipaketkan, kan tinggal santap. Habis makan, jalan-jalan deh naik VW.

Harga paket bervariasi tergantung dengan pilihan menunya. Kami pilih yang harganya Rp385.000 dengan rincian sebagai berikut:
  • TRIP VW 30 MENIT
  • 4 SEGO LIWET TANJUNG (bisa memilih paha ayam/dada sayap/lele)
  • 4 tempe tahu
  • 4 porsi sayur lodeh
  • 4 gelas teh

Isi satu piring nasi liwet
Isi satu piring nasi liwet
Pas pesanan kami dihidangkan, ternyata banyak banget dan super lengkap. Kami yang sudah telat makan siang, seperti difasilitasi makan enak dan banyak. Paket liwet ini memang cocok untuk porsi makan siang karena dalam piringnya itu ada nasi, lauk ayam/lele yang potongannya besar, rebusan labu siam dan bayam, timun, tempe tahu, plus sambal merahnya yang menggugah. Kemudian ditemani juga dengan sayur lodeh di mangkuk terpisah dan 4 gelas besar teh tawar.

Soal rasa, enak dong. Ayamnya empuk dan lelenya besar. Sambalnya tidak terlalu pedas dan ada manis-manisnya. Pas bagi yang tidak suka pedas tapi pengen makan sambil dicocol sambal. Rebusan sayurnya juga menambah nikmat makan, karena saya suka sayur. Lodehnya pun enak banget, gurih, ada pedasnya sedikit, dan isiannya enggak pelit. Kalau kami, sayur lodeh ini digado belakangan setelah makan nasi, sambil menunggu giliran naik VW.

Area meja makan dengan berbagai desain

Bisa prasmanan juga
Bisa prasmanan juga
Bagi saya, Omah Cantrik ini bukan cuma jual tempat, tapi rasa makanananya juga enak dan otentik. Dimakan dalam balutan suasana asri, makin nikmat. Tidak heran kalau banyak keluarga dan rombongan yang datang ke sini. Cuma untuk makan malah, bukan naik VW. Sepertinya VW hanya bagi pengunjung seperti kami yang jarang-jarang datang.

Naik VW Menyusuri Desa dan Foto-foto Cantik


Naik VW Menyusuri Desa dan Foto-foto Cantik

Setelah makan, kami belum bisa naik VW karena perlu menunggu antrian. Kami kedapatan jam 4 sore. Jadi, menunggu sekitar 1 jam setelah makan sambil keliling-keliling dan foto-foto, juga salat. Tidak membosankan karena areanya cukup luas dan unik. Berlimpah spot foto yang sayang untuk dilewatkan. 

Kalimat-kalimat lucu dalam bahasa Jawa

Area meja makan dengan berbagai desain di Omah Cantrik
Area makan dengan berbagai dekorasi di Omah Cantrik
Tepat pukul 4, kami dipanggil untuk naik VW. Lalu dipersilakan memilih VW warna apa yang diinginkan dan kami sepakat memilih kuning. Sepertinya semua VW sengaja dicat ngejreng supaya menarik perhatian dan bagus juga di kamera. Kita tinggal duduk di VW karena sudah ada mas-mas yang menyetirkan. Jangan lupa pakai caping yang disediakan dalam mobil biar menambah kental suasana pedesaannya.

Kami dibawa berkeliling menyusuri desa. Sesuai sekali dengan nama paketnya "Susur Desa". Melewati rumah-rumah yang sebagiannya kami lewati juga tadi, dan klimaksnya adalah melewati persawahan yang kebetulan sedang hijau-hijaunya. Malah mas supirnya merangkap jadi juri foto sekalian. Kita cuma bergaya saja mengikuti instruksi. Berikut hasil foto-fotonya. Cakep!

Foto naik VW di Omah Cantrik

Mas supirnya merangkap sebagai juru foto

Berfoto dengan latar belakang persawahan

Kalau teman-teman baru pertama kali ke Omah Cantrik, jangan cuma makan, sekalian keliling naik VW supaya merasakan keseruan susur desanya juga. Ternyata asyik keliling dengan mobil terbuka. Kena anginnya itu yang bikin nagih. Pokoknya jadi healing tersendiri setelah menikmati suasana desa dan persawahannya.

Belajar Membatik dan Karya Kita Boleh Dibawa Pulang


Belajar Membatik dan Karya Kita Boleh Dibawa Pulang

Ini kegiatan lain yang kami coba di Omah Cantrik. Sekali lagi, sayang banget kalau ke sini cuma buat makan. Sekalian saja saya mengajak anak-anak mencoba membatik. Belum pernah mereka memegang canting sebelumnya, dan ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan sampai sekarang.

Banyak media membatik yang bisa dipilih dan harga masing-masingnya berbeda. Berikut rincian harganya.
  • Sapu tangan Rp30.000
  • Totebag Rp35.000
  • Kipas Rp35.000
  • Topeng kayu Rp45.000

Saya memilih yang sapu tangan saja supaya lebih mudah untuk dibatik. Nanti kita bisa memilih pola atau gambarnya dulu sebagai panduan membatik, lalu kain segi empat menyerupai sapu tangan itu diberi bingkai bulat sebagai alat bantu yang meregangkan kain. Bisa dilihat di foto, ya.

Mbaknya mengajarkan bagaimana menggunakan canting. Langsung kita praktikkan dan tetap didampingi. Berhubung cairan lilin yang ada di dalam mangkuknya itu panas, anak-anak harus selalu diawasi. Ternyata susah juga ya membatik. Ini pun pertama kalinya juga buat saya. Selama ini hanya melihat saja.

Hasil karya membatik anak-anak

Setelah pola selesai diberi cairan lilin dengan canting, barulah terakhir di beri warna. Kalau memberi warna ini gampang, tinggal dikuas saja dan menyebar dengan mudah ke pori-pori kain. Nah, cairan lilin yang dicanting sesuai pola tadi itulah yang membatasi warna agar tidak bercampur satu sama lain. Kalau ada celah, warna pasti bercampur. Jadi, kalau teman-teman mencoba membatik juga, pastikan menyempurnakan cairan lilin yang dituang dengan canting di garis-garis polanya ya.

Setelah diwarnai, kain akan dikeringkan sebentar sebelum di bawa pulang. Anak-anak happy sekali melihat karya mereka. Membatik ini memang cocok untuk aktivitas edukasi anak.

Fasilitas Lainnya di Omah Cantrik


Fasilitas Lainnya di Omah Cantrik

Selain dari yang kami coba, banyak aktivitas lain yang disediakan oleh Omah Cantrik. Ada melukis, menganyam, dan edukasi memanah. Andai mau membawa pulang dokumentasi yang lebih ciamik, disediakan juga sewa baju Jawa dan jasa foto. Kami saja menyesal kenapa tidak sekalian sewa baju kemarin, biar totalitas. Soalnya entah kapan lagi kami kembali ke sini lagi.

Tempat memanah

Daftar harga aktivitas di Omah Cantrik

Toilet dan mushala juga tersedia. Bila berlama-lama bersantai atau ngobrol, tak jadi masalah. Mau makan camilan lagi juga bisa. Ada jajanan pasar seperti putu ayu, mata kebo, risol sayur, kue lapis, tahu bakso, bolu kukus, agar-agar, pastel sayur, dan lainnya. Begitu pula minuman, seperti olahan kopi, teh, dan wedangan. 

Mushala

Menu makanan dan minuman di Omah Cantrik

Playground anak-anak ada di bagian depan. Memang tidak yang besar, tapi ini tetap menjadi spot menarik bagi mereka. Kalau mau belanja oleh-oleh atau batik, disediakan juga tempat khususnya seperti toko gitu. Tradisional semua konsep isinya, yang bikin pengunjung penasaran dan ingin melihat-lihat. Akhirnya beli deh.

Playground mini

Tempat beli oleh-oleh



Sepengalaman kami ke Omah Cantrik dan menghabiskan beberapa jam di sini, tempatnya recommended untuk dikunjungi bersama keluarga. Mejanya banyak dan bisa dipilih senyamannya mau duduk di mana. Kalau cuaca tidak panas, kayaknya duduk di bawah pohon rindang sambil santai-santai bakalan lebih seru. 

Walau jalannya agak masuk ke dalam dan jauh dari jalan utama, tapi yang hidden gem seperti ini justru yang paling menyenangkan untuk didatangi. Bisa sekalian menyegarkan jiwa.

Semoga bisa menjadi referensi kuliner teman-teman saat ke Jogja, ya!

Post a Comment