Bukan bubur ayam, ya. Bubur ini beda dan baru pertama kali saya makan di Ungaran, kampung suami. Pas awal saya tahu, karena ibu mertua saya suka sarapan ini. Jujur, awalnya ragu bakal enak atau enggak. Karena tampak polos, berbeda dengan bubur ayam yang ramai topping. Eh, pas di makan, enak banget! Bukan hanya saya, anak-anak pun suka. Fix, satu lagi daftar kuliner yang wajib dibeli kalau pulang ke Ungaran.
Dasarnya tetap bubur nasi biasa yang dimasak lembut, lebih lembut dari buburnya bubur ayam. Dimakannya pakai lauk yang bisa dipilih. Ini yang bikin unik. Biasanya kalau makanan yang pilih lauk, pasti seringnya nasi kan? Nah, kalau ini kita makannya pakai bubur. Memang pas banget buat sarapan di saat perut inginnya yang lembut dan ringan, tapi tetap kenyang.
Baca juga: Tahu Gimbal di Masjid Agung Al-Mabrur Ungaran, Kuliner Wajib Tiap Pulang Kampung!
Pilihan lauknya ada terik ayam dan tahu (terik ini mirip opor kuah kuning tapi lebih encer), sayur lodeh, sambel krecek, telur rebus atau mata sapi, mie goreng, tempe orek, atau mau dicampur pecel juga bisa. Nanti tinggal request saja ke ibunya kita mau apa. Lauknya mau satu, dua, tiga, silakan sepuasanya. Kesukaan saya terik, sambel krecek, dan pakai telur. Mantap!
![]() |
| Buburnya dibuat sepanci besar dan masih ada sepanci lagi, tetap cepat habisnya |
Harganya beda-beda tergantung pesanan. Dimulai dari 5 ribu saja. Terjangkau kan?
- Kalau pesan bubur tanpa lauk utama, hanya siraman lodeh, terik, atau krecek, harganya 5 ribu.
- Kalau pesan bubur dengan telur, harganya 8 ribu.
- Kalau sudah pakai ayam, harganya 10 ribu.
Bubur dibungkus pakai kertas pembungkus nasi yang warna cokelat. Jangan khawatir tumpah. Walau sedikit berkuah andai kita pesan terik atau krecek, kuahnya tidak sebanyak bubur ayam. Jadi aman dibawa sampai rumah. Ini nih tampilannya pas dibuka.
![]() |
| Bubur terik dengan tahu dan telur rebus bulat |
![]() |
| Bubur dengan krecek dan telur mata sapi |
Rasanya gimana? Pas disuap, buburnya yang lembut bikin nyaman di mulut, terutama yang susah makan keras. Dijamin enggak perlu effort buat ngunyah. Ditambah dengan sambal krecek-nya yang sedikit pedas, lalu gurih ringan dari kuah opornya, serta telur dan tahu yang tetap dimasak lembut, bikin saya terus menyendok dan menyantapnya habis dalam sekejap. Serius, ini benar-benar sarapan mengenyangkan yang tetap terasa ringan di mulut dan di perut.
Baca juga: Soto Seger Di Depan Alun-Alun Bung Karno Ungaran, Recommended untuk Sarapan
Bubur ini laris manis banget, lo. Kalau agak siangan beli, pasti kehabisan. Bila teman-teman lagi di Ungaran atau berencana akan ke Ungaran, Jawa Tengah, sarapan bubur ini layak dicoba. Otentik banget dan enggak ada yang jual di Jakarta. Sayangnya tidak ada plang nama atau spanduk sebagai identitas, karena ibunya jualan hanya pakai meja panjang dengan banyak panci di atasnya. Tidak bisa makan di tempat juga, ya.
![]() |
| Pembei selalu ramai |
Lokasinya di depan Masjid Al-Miftah, Kuncen, Ungaran, seberang Roti Gembong. Dekat pertigaan juga. Nanti teman-teman bisa cari di Google Maps lokasi masjidnya saja biar gampang. Saat masjidnya sudah ketemu, lihat saja di dekat sana, ada ibunya yang jualan seperti yang terlihat pada foto..
O iya, selain bubur juga ada pecel gendar dan ketan kinco, yaitu makanan manis khas Jawa yang merupakan ketan putih kukus yang diberi parutan kelapa dan siraman gula merah. Semuanya juga recommended untuk dicoba karena suami saya justru sukanya pesan pecel gendar. Kalau ketan kinco favoritnya bapak mertua saya.
![]() |
| Pecel gendar dengan mie goreng pesanan suami |
Semoga bisa menjadi referensi kuliner teman-teman saat ke Ungaran. Selamat mencoba!






Post a Comment