Bukan bersama keluarga seperti biasanya. Saya ke Uncle Z Kopitiam Menteng ini untuk acara halal bihalal bertemu teman-teman sesama bloger dari komunitas Food Blogger ID. Niat awalnya sih ingin menikmati suasana saja, tidak mau menulis ulasannya di blog. Eh, ternyata tempatnya bagus! Sayang banget kalau pengalamannya hilang begitu saja. Mana tahu bisa menjadi referensi tempat makan untuk teman-teman juga.
Uncle Z ini ada di dua lokasi, yaitu Menteng dan Senopati. Nah, yang saya ceritakan di sini adalah cabang Menteng. Desainnya cakep banget, memang se-effort dan seniat itu menyuguhkan tempat makan yang nyaman. Pas baru sampai, tidak ada ekspektasi apa-apa karena tampak tidak terlalu luas di bagian depan. Barulah setelah masuk ke dalam, saya dimanjakan oleh fasilitasnya yang eksklusif. Apalagi kami booking yang private room-nya. Makin super nyaman deh jadinya.
Sebelum membahas menu yang saya pesan, mari bahas dulu suasana tempatnya yang memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga ramai dikunjungi terutama di jam makan siang.
Suasana Fancy yang Nyaman untuk Makan Keluarga dan Meeting
Mulai dari membuka pintu, kesan fancy sudah terasa. Mulai dari pelayanannya yang sangat profesional, lalu ada lift yang siap mengantarkan pengunjung hingga ke lantai 3. Tapi, karena ruangan pesanan kami ada di lantai 2, jadinya saya naik tangga saja. Jarang-jarang kan di tempat makan ada lift-nya? hehe.
Di lantai 2, semuanya ruangan private dan ada pilihan tipenya. VIP room atau private room ini memiliki batasan waktu hanya 3 jam dan harus membayar booking payment 20 persen. Berikut beberapa pilihannya.
- Melaka - 16 pax dengan minimal spend 3,2 juta. Fasilitasnya ada toilet private, TV, dan mic.
- Penang - 12 pax dengan minimal spend 2,4 juta. Fasilitasnya ada toilet private, TV, dan mic.
- Selangor - 10 pax dengan minimal spend 2 juta. Fasilitasnya ada TV dan mic.
- Serawak - 8 pax dengan minimal spend 1,6 juta. Fasilitasnya ada TV dan mic.
- Katong - 7 pax dengan minimal spend 1,4 juta. Fasilitasnya TV dan mic.
Kalau mau tambah jam, alias lanjut berkegiatan di room VIP ini, akan dikenakan charge tambahan Rp1.070.000++/jam. Kalau mau lebih hemat, bisa pindah ke table sharing dengan syarat sudah bayar VIP room yang mencapai minimal spend ruang.
![]() |
| Ruang VVIP Melaka kapasitas 16 orang |
Beruntung kemarin kami diperbolehkan untuk booking private room tanpa minimal payment, tapi hanya 2 jam saja. Room Melaka luas, dengan meja besar di tengah dan kursi yang mengelilingi. Memang tersedia TV dan mic, serta toilet yang juga bersih dan luas. Semuanya clean dan bikin betah berlama-lama. Sayang waktunya dibatasi. Kalau bebas, wah, bisa sampai sore pasti ngobrol-ngobrol di sini. Bahkan disediakan mukena juga, lo.
Berhubung wudhunya susah di toilet room, saya dan teman-teman salat di lantai 3. Ternyata di lantai teratas ini open space dengan banyak meja yang ramai pengunjung. Ini menjadi lantai teramai dan umumnya makan bareng keluarga. Mungkin karena akhir pekan. Desainnya masih mempertahankan kesan eksklusif dan super bersih. Wajar sih kalau banyak yang tertarik makan di Uncle Z Menteng ini.
![]() |
| Mushala di lantai 3 |
![]() |
| Ruang makan di lantai 3 yang luas banget |
Menjual tempat saja tentu tidak cukup menarik orang sebanyak itu untuk datang. Makanannya juga tak kalah istimewa. Menunya menarik, khas Malaysia dan Singapura. Dengan cita rasa yang masih sangat bisa dinikmati oleh lidah kita orang Indonesia. Berikut 2 menu yang saya pesan.
Nasi Kandar Beef Semur Rp95.000
Piringnya besar dan isinya penuh. Kalau teman-teman ke sini di jam makan siang dan lagi lapar-laparnya, pasti akan terpuaskan dengan porsi sebesar ini. Nasinya kuning berempah, mirip nasi briyani. Potongan daging empalnya besar dengan kuah kecap yang mirip semur kental. Super empuk dan bumbunya meresap sempurna. Dilengkapi juga dengan sayur kacang panjang balado untuk menambah rasa pedas dan satu butir telur asin yang dipotong dua.
Sebenarnya tanpa ditambah kuah-kuahannya yang ada 3 jenis, Nasi Kandar ini sudah sangat kaya rasa. Cuma agak kering saja, makanya saya siramkan kuah kari dan kuah gulainya ke atas nasi. Untuk kuah kecapnya, cukup dari siraman di daging empalnya saja. Barulah sempurna untuk dimakan.
Soal rasa, gurihnya sudah pasti karena berempah. Mirip lah dengan masakan Minang yang banyak bumbu. Mungkin kalau nasinya bukan nasi kuning yang mirip briyani, sudah hampir mirip dengan nasi Padang. Pokoknya, recommended dipesan kalau teman-teman ke Uncle Z Kopitiam. Komplit, enak, kenyang.
Kopi Telur Kocok Rp55.000
Pesan ini karena penasaran saja sebenarnya. Kalau biasanya saya minum teh talua, yang mana mencampurkan teh dan telur, kalau yang ini justru dengan kopi. Disajikan di gelas klasik yang membuat penyajiannya menarik. Pas diseruput, di lidah saya rasanya seperti kopi hitam biasa. Walau di bagian atasnya berbusa, yang menandakan bahwa ada telur yang dikocok, nyatanya tidak memberi rasa dan tekstur tertentu. Ya, seperti minum kopi hitam biasa saja. Untung saja kopinya enak.
Selain menu yang saya pesan untuk diri sendiri, berikut beberapa pesanan teman-teman bloger yang lain. Saya tidak tahu rasanya karena kan tidak mungkin dicicipi satu-satu. Hanya untuk menambah referensi menu teman-teman saja kalau berencana ke Uncle Z.
Harga yang saya sertakan di atas belum termasuk pajak, ya. Lumayan juga sih pajaknya. Dari total pesanan kami semua Rp1.973.000, pajaknya 11% Rp216.044 dan service sekitar 10% Rp187.435. Tambahannya lebih kurang Rp400.000 untuk pajak.
Secara keseluruhan, Uncle Z Kopitiam Menteng jelas sangat nyaman untuk dijadikan tempat makan keluarga dan meeting atau pertemuan dalam jumlah kecil. Menunya pun bisa dinikmati segala usia, bukan yang neko-neko. Walau bukan makanan Nusantara, rasanya masih cocok di lidah kita. Mana enak-enak lagi. Soal rasa, tidak perlu khawatir. Top mantap.
Cuma, tempat yang fancy dan nyaman ini sesuai dengan harga. Bagi saya pribadi, termasuk mahal. Ya, sepadan lah yang dengan kualitas tempat dan pelayanannya. Sayangnya, parkiran sangat terbatas. Hanya muat beberapa mobil saja. Sedangkan yang makan ke sini umumnya bawa mobil. Harus parkir di pinggir jalan atau di area sekitar yang memungkinkan untuk parkir.
Semoga cerita pengalaman singkat ini bisa bermanfaat, ya! Dan bisa jadi referensi kuliner teman-teman di Jakarta Selatan.











Post a Comment