Sop Djanda Ma' Idah Bogor, Sate Maranggi dan Sop Dagingnya Enak!

Table of Contents

Kesukaannya suami saya, makanya beliau semangat sekali mengajak makan di sini. Karena dulu saya pernah mencoba makan sop djanda dan sate maranggi di tempat lain, terus langsung jatuh cinta, diajak makan ini lagi ya tidak akan menolak. Ternyata, yang Sop Djanda Ma' Idah juga sama enaknya.

Sop Djanda Ma' Idah Bogor, Sate Maranggi dan Sop Dagingnya Enak!

Kami makan di cabang Bogor. Lokasinya tepat di pinggir Jalan Raya Pajajaran daerah Baranangsiang, tidak masuk-masuk gang. Tempat makannya di ruko, jadi bukan yang terlalu luas. Untungnya, parkiran cukup luas dan ada tukang parkirnya juga yang mengarahkan meski ramai. 

Lokasi Sop Djanda Mak Idah Bogor

Di bagian depan, langsung terlihat dua gerobak atau dua space tempat untuk menyiapkan sop dan membakar sate. Mungkin sengaja diposisikan di depan agar asap bisa langsung keluar dan proses penyajian pun bisa dilihat langsung oleh pelanggan. Di belakangnya, barulah tempat makan dengan susunan meja yang sebenarnya tidak terlalu banyak. Nah, pas kami datang tidak ramai. Jadi, masih terasa nyaman.

Suasana di dalam tempat makannya

Berikut menu-menu yang kami pesan beserta harganya. Bisa dibilang kami memesan semua menu utama di Sop Djanda Ma' Idah ini karena memang variasi menunya hanya fokus di sop dan sate. 

Sop Djanda Tidak Pedas Rp50.000

Sop Djanda Tidak Pedas

Inginnya pesan yang pedas biar mantap. Tapi, takut nanti anak-anak minta karena mereka belum bisa makan yang terlalu pedas. Jadinya pesan yang biasa saja supaya bisa dimakan semua. Kalau teman-teman suka pedas, mending pesan yang pedas atau yang ekstra pedas. Harganya sama kok untuk semua variasi menu sop djanda.

Pas disajikan, porsinya semangkuk ukuran standar seperti kita makan bakso. Isinya hanya daging tulangan dan daging padat. Tidak ada sayuran atau tambahan apa pun selain taburan daun bawang. Sepi memang, tapi rasanya cukup berhasil mengisi kekosongan itu. Kuahnya super gurih, agak asin sedikit,  dan cocoknya memang dimakan pakai nasi.

Dagingnya tebal dengan bumbu yang meresap
Dagingnya tebal dengan bumbu yang meresap

Dagingnya dikasih 2 jenis, yaitu yang menempel dengan tulang dan yang daging saja. Potongannya pun besar-besar bikin puas. Pas didigigit sangat empuk, bumbunya meresap sempurna ke dalam. Meski disediakan sambal di meja, saya sengaja tidak meraciknya dengan apa-apa agar bisa menikmati rasa original sop djanda ini. Jelas recommended untuk dipesan.

Sate Maranggi Campur Lemak Rp55.000

Sate Maranggi Campur Lemak

Ini incaran suami saya sejak awal. Beliau memesan sate maranggi dengan campuran lemak. Kalau tidak suka lemak, ada yang tanpa lemak juga, ya. Satu porsinya berisi 10 tusuk dengan potongan daging yang tidak terlalu kecil. Sesuai pesanan, ditengahnya diletakkan potongan lemak, semakin membuat sate ini menggiurkan. Dan lemaknya bukan lemak yang lengket-lengket di mulut, tapi lemak yang enak dimakan itu lo. Saya juga kurang tau itu namanya bagian lemak apa. Pokoknya enak deh.

Sate maranggi bukan sate yang berkuah kacang, berkuah kecap yang banyak, atau seperti sate Padang, namun sate yang setelah dibakar hanya dihidangkan dengan sambal khasnya. Karena sebelumnya sudah dimarinasi, daging sate maranggi jadi terasa gurih berempah. Tetap ada manis kecapnya juga, tapi tipis saja. Ini yang saya suka.

Sepertinya mau digado atau dimakan dengan nasi, sama-sama oke. Wajib dimakan dengan sambalnya yang pedas dan diberi banyak irisan tomat, yang membuat setiap gigitan sate ini terasa segar. Ini menu yang wajib dipesan juga kalau ke Sop Djanda Ma' Idah. Memang seenak itu!

Sate Ayam Khas Betawi Rp40.000

Sate Ayam Khas Betawi

Pesanan anak-anak saya. Saya kurang paham perbedaan sate ayam khas Betawi dengan sate ayam lain karena pas disajikan rupanya sama saja. Satu porsinya sama-sama berisi 10 tusuk dan tanpa lemak, alias daging ayam semua. Bumbunya bukan yang langsung dilumurkan ke sate, melainkan dipisah. Kuah kacangnya terasa "sangat kacang" dengan tambahan kecap di atasnya. 

Hanya saja saya kurang merasakan bumbu-bumbu gurih di kuah kacang dan daging satenya terasa agak kering. Mungkin dibakarnya terlalu lama, jadi pas dimakan tidak juicy lagi meski sudah dicampur dengan kuah kacangnya. Tapi, kata anak sulung saya enak-enak saja dan lahap makannya.

Selain menu utama tersebut, kami juga memesan 2 menu berikut. Soalnya pasti lah ya makannya pakai nasi dan butuh minum juga.

  • Nasi Putih Rp4.000
  • Es Teh Manis Rp7.000

Nasi putih

Nasi putih

Pas membayar, ternyata harga-harga yang tertera di nota tidak dikenakan pajak lagi. Jadi tidak ada tambahan biaya selain dari harga menu. In this economy, hal begini saja ternyata sudah bikin happy. Soalnya kadang pajak saja sudah bisa dapat satu menu lagi, iya kan? Alhamdulillah lumayan.

Harga menu-menu di Sop Djanda Ma' Idah
Harga menu-menu di Sop Djanda Ma' Idah

Kalau ditanya apakah saya mau balik lagi makan di sini, jawabanya sudah pasti mau. Saya akan memesan sop djanda yang pedas dan sate maranggi. Karena kedua menu ini yang bikin saya makan lahap dan menikmati sekali di setiap suapannya. 

Kalau teman-teman kebetulan sedang berkunjung ke Kota Bogor, Sop Djanda Ma' Idah Bogor bisa dijadikan salah satu daftar kuliner yang patut untuk dicoba.

Semoga bermanfaat.

Post a Comment