Sajian Khas Sunda di Warung Nasi Ampera Puncak, Ini yang Kami Pesan Sekeluarga dan Harganya

Table of Contents

Sebenarnya ini bukan kali pertama kami makan di sini saat ada keperluan atau mau liburan ke Puncak. Kami suka tempatnya yang luas dan lega, makanannya juga enak-enak, dan harganya masih oke untuk kawasan wisata. Sambalnya yang mantap, dengan 3 variasi yang bisa dipilih sesuai selera. Intinya, ini bisa menjadi salah satu rekomendasi restoran Sunda yang bisa teman-teman datangi.

Sajian Khas Sunda di Warung Nasi Ampera Puncak, Ini yang Kami Pesan Sekeluarga dan Harganya

Untuk lokasinya memang agak naik lagi dari keluar pintu tol Puncak, namun bukan yang terlalu jauh sampai ujung. Parkirannya luas dengan tulisan Warung Nasi AMPERA besar di bagian depan. Sangat mudah terlihat ketika melewatinya. Tepatnya di sebelah kiri jalan kalau dari arah Jakarta atau dari bawah.

Setelah masuk, kita langsung disuguhkan prasmanan berbagai macam lauk yang harus dipilih dulu sebelum duduk. Ini sudah menjadi standar makanan Sunda pada umumnya. Setelah lauk dipilih, akan digoreng atau dipanaskan sebelum disajikan. Sehingga pas dimakan terasa lebih nikmat. Barulah semua pesanan kita dihitung dibagian ujung prasmanan. Jadi, bayarnya di awal, ya, bukan setelah makan.

Lauk disajikan prasmanan

Di Warung Nasi Ampera ini banyak sekali mejanya. Tapi, saya menyarankan pilih yang di lesehan bagian atas agar mendapat bonus pemandangan indah, lebih terang dan terbuka. Wastafel untuk cuci tangan juga disediakan di atas sini, jadi kita tidak perlu naik-turun lagi. Nanti pesanan kita juga diantarkan ke meja. Pokoknya tinggal duduk santai saja selonjoran setelah pilih lauk dan membayar. Dan di sini wajib buka sandal, ya. Soalnya semua lantai dialasi karpet. 

Banyak meja di Warung Nasi Sunda dan ada live music juga
Banyak meja di Warung Nasi Sunda dan ada live music juga
Duduk di lesehan atas
Duduk di lesehan atas

Jangan lupa, sebelum ke meja, ambil sambal, lalapan, dan minum teh hangat gratisnya dulu setelah membayar. Meja tempat mengambil ini semua tepat di depan kasir. Tidak ada tambahan biaya lagi dan bisa diambil sepuasnya. Asal bertanggung jawab, jangan dibuang-buang. Berikut 3 variasi sambalnya, ya.

  • Sambal tomat - tidak pedas
  • Sambal terasi - pedas sedang
  • Sambal dadak - pedas sekali

Sambal dan lalapan

Teh hangat gratis

Kami hanya mengambil sambal tomat dan sambal terasi saja. Rasanya tidak sanggup makan yang sambal dadak sebagai sambal paling pedas. Dari kedua sambal ini, yang paling saya suka justru sambal tomatnya yang memang seramah itu di lidah dan bisa dimakan banyak dalam satu suapan. Enaknya lagi, dicampur dengan sambal terasi, jadinya makin mantap. Bisa teman-teman coba juga kalau ingin bereksperimen, hehe.

Selanjutnya apa saja yang kami pesan, rasanya, dan berapa harganya? Berikut detailnya, ya. Untuk harga, sepertinya memang sengaja tidak dibulatkan agar setelah ditambah pajak jadi bulat. Menurut saya begitu.

Ayam Sambel Hejo Rp24.091

Ayam Sambel Hejo

Sejak pertama lihat, saya sudah tertarik untuk mencoba lauk yang satu ini. Pas disajikan, tetap dalam keadaan hangat meski sudah dikasih sambal sejak awal. Ayamnya ayam kampung, dagingnya terasa lebih gurih dan padat tapi tetap empuk, serta bumbu marinasinya terasa agak manis. 

Sambal ijonya diulek kasar, malah terlihat seperti dipotong-potong panjang saja. Saya sengaja mengambil agak banyak agar tidak perlu tambah sambal lagi. Dimakan pakai nasi liwet, enak sekali. Pedas, gurih, dan ada manisnya. Cuma kalau boleh memilih, saya lebih suka kalau sambalnya lebih halus lagi, jangan sekasar ini.

Babat Goreng Rp21.364

Babat Goreng

Ini lauk pilihan suami yang pastinya sangat cocok dimakan dengan sambal. Berhubung babat susah diolah sendiri, jadi makan di tempat makan Sunda begini bisa menjadi obat rindu. 

Potongan babatnya besar, empuk enggak perlu effort untuk menggigit dan mengunyah, serta digoreng dulu sebelum disajikan sehingga teksturnya akan lebih juicy. Untung menggorengnya juga tidak yang sampai kering, pas. Bumbu marinasinya gurih dan meresap. Wajib dicocol dengan sambal agar lebih sempurna. Ini juga salah satu menu yang oke banget untuk dipilih.

Gurame Tepung Rp31.364

Gurame Tepung

Andalan saya kalau bawa anak-anak makan di luar sejak dulu karena daging ikan sudah pasti lembut. Ukuran guramenya lumayan besar dengan daging tebal. Anak bungsu saya tidak bisa menghabiskan satu utuh ikan saking banyaknya. Bagian kulitnya dilumuri tepung tipis sehingga garing saat disajikan. 

Bumbu marinasinya pun tidak yang neko-neko atau berlebihan, tapi tetap terasa gurihnya. Enaknya memang dimakan dengan sambal, kalau cuma pakai nasi saja terlalu kering. Tapi, namanya ikan gurame, pasti ada yang "rasa tanah". Jadi, perlu menjadi pertimbangan juga takutnya tidak suka.

Tempe Mendoan Rp6.364

Dari tampilannya sebelum digoreng pun sudah menggiurkan. Tepung yang membalut bukan hanya dikasih daun bawang, tapi juga ada potongan cabe merah. Kami memesannya dua karena ukurannya cukup besar layaknya tempe mendoan pada umumnya. 

Pas dimakan, ternyata tepungnya ini rasanya tidak "seberbumbu"yang saya bayangkan. Jadi, wajib dimakan dengan sambal agar lebih berasa dan lengkap. Mungkin niatnya memang disandingkan dengan sambal, ya. Cocok banget untuk pelengkap makan nasi liwet.

Nasi Liwet Rp9.091

Nasi Liwet

Inilah yang menjadi salah satu penentu kenikmatan makan di warung Sunda. Kalau ada pilihan nasi liwet, sudah pasti saya akan pesan yang ini. Nasi liwetnya sudah diporsi, dibungkus kertas roti, dan buat saya sudah cukup untuk makan kenyang. Tapi, kalau teman-teman punya porsi makan besar, mending pesan 2 saja.

Nasinya pulen, rempahnya terasa banget, dan santannya juga memberi tekstur dan rasa khas. Dari warnanya pun tampak agak kuning gading karena santan dan rempahnya itu. Jempol pokoknya untuk nasi liwet di Warung Nasi Ampera.

Nasi Putih Rp8.182

Pesanan nasi sudah diporsi
Pesanan nasi sudah diporsi

Sebagai informasi tambahan saja kalau tidak suka nasi "berasa", tersedia juga nasi putih. Ini pesanan anak-anak saya karena mereka masih belum menemukan kenikmatan makan nasi liwet. Sayang banget, padahal sudah saya hasut berkali-kali untuk mencoba nasi liwet. Nasi putih ini belinya juga tetap diporsi, ya. 

Untuk minumnya, kami tidak menambah lagi karena teh tawar hangat sudah cukup. Malah saya sukanya memang minum yang hangat-hangat begini. Tapi, kalau ingin memesan varian menu minuman yang lain, di sini juga tersedia. Misal es teh manis atau jus buah.

Mengingatkan lagi, harga-harga yang tertulis belum termasuk pajak 10%. Dengan total pesanan kami sekitar 155.000-an, ditambah pajak lagi 15.000-an. Jadi, total harga yang kami bayar adalah Rp171.000. Harga yang menurut saya cukup ramah untuk makan berempat, di kawasan wisata pula.

Makan siang atau malam dengan makanan Sunda begini, memang tidak pernah gagal bikin kenyang dan puas. Selain karena enak dan lauknya disajikan hangat, sambal dan lalapannya pun bikin tangan tak berhenti menyuap. Apalagi kalau sambalnya enak, bisa kalap tambah nasi.

Semoga Warung Nasi Ampera Puncak bisa menjadi referensi kuliner teman-teman, ya.

Post a Comment