3 Hari 2 Malam Liburan Keluarga ke Jogja, Ini Tempat Wisata yang Kami Kunjungi beserta Budget-nya

Table of Contents

Alhamdulillah satu rencana terealisasi. Sudah lama saya mengidamkan liburan keluarga ke Jogja. Benar-benar liburan, bukan yang datang untuk urusan tertentu. Entah kenapa, ini kota yang bikin nagih dan bikin rindu. Suasananya itu lo, adem dan tenang. Ada yang merasakan hal serupa?

3 Hari 2 Malam Liburan Keluarga ke Jogja, Ini Tempat Wisata yang Kami Kunjungi beserta Budget-nya

Kemarin kami keluarga menghabiskan 3 hari 2 malam untuk menikmati beberapa tempat wisata, tentunya kuliner juga. Kesalahan saya, tidak merencanakan tujuan dulu sebelum berangkat. Jadinya pusing mencari di media sosial kira-kira wisata ramah anak mana yang seru untuk didatangi. Nah, agar teman-teman tidak pusing kayak saya kemarin, berikut 5 tujuan wisata Jogja yang recommended untuk didatangi saat liburan keluarga beserta harga atau budget-nya berdasarkan pengalaman kami.

Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis

Salah satu pantai yang wajib dikunjungi kalau ke Jogja. Pantai pasir hitam ini pasti disukai anak-anak karena ombaknya landai dan area pasirnya luas. Mau guling-guling, main ombak, lari-lari, bikin istana pasir, semuanya bisa. Kamar bilas tersedia untuk membersihkan diri setelah bermain biar pas pulang tidak berpasir-pasir. 

Ada penyewaan payung dan tikar buat duduk leyeh-leyeh menikmati suasana bila tidak ikut main. Soal makanan, banyak yang jual. Jangan khawatir kelaparan meski berlama-lama di sini. Selain itu, kita juga bisa berkeliling naik delman, motor ATV, atau Jeep ke area yang lebih jauh.

Berikut detail harga-harga untuk berwisata ke Pantai Parangtritis.

  • Tiket masuk Rp15.000/orang
  • Parkir mobil Rp10.000 tanpa batas waktu
  • Sewa payung-tikar Rp25.000 sepuasanya
  • Naik delman Rp50.000 - Rp100.000
  • Sewa Jeep mulai dari Rp450.000
  • Makanan dan minuman Rp5.000 - Rp20.000
  • Kamar mandi Rp2.000 - Rp5.000
Sedikit saran, sebaiknya jangan datang tepat di siang hari pas matahari sedang di puncaknya. Serius, panas banget. Bawa minum yang banyak biar tidak perlu beli semua agar lebih hemat. Pakai sunscreen juga supaya kulit tidak gosong.

Omah Cantrik

Omah Cantrik

Hasil pencarian di Tiktok yang ternyata memang sebagus itu untuk dikunjungi. Sebenarnya ini tempat makan, tapi Omah Cantrik menyediakan berbagai aktivitas seru yang sukses mengukir memori hangat bersama keluarga. Tempatnya hidden gem, agak jauh masuk ke dalam dari jalan besar. Meski di tengah pedesaan, jalannya sudah bagus dan beraspal. Yang ke mari pun umumnya bermobil semua.

Bila teman-teman tahu Batik Hamzah, dulu namanya Mirota, Omah Cantrik sepertinya masih dalam satu lini bisnis yang sama milik Raminten. Soalnya ada patung beliau yang bisa dijadikan spot foto, hehe. Desain tempatnya sangat menonjolkan kesan tradisional Jogja dan keasrian. Menunya pun yang tradisional seperti ayam goreng, lele goreng, sayur lodeh, soto, dan lainnya. Yang menarik, setelah makan kita bisa naik mobil VW warna-warni menyusuri desa dan berfoto di tengah sawah serta membatik dengan canting. 

Berikut harga-harga untuk makan dan aktivitas lain yang kami coba di Omah Cantrik.

  • Paket makan dan naik VW untuk 4 orang Rp385.000 dengan rincian trip VW 30 menit, 4 Sego Liwet Tanjung (bisa memilih paha ayam/dada sayap/lele), 4 tempe tahu, 4 porsi sayur lodeh, dan 4 gelas teh tawar.
  • Membatik dengan canting Rp30.000 - Rp45.000 sesuai pilihan medianya, yaitu sapu tangan, totebag, kipas, dan topeng kayu. Hasil karya bisa dibawa pulang.

Candi Prambanan

Candi Prambanan

Berhubung anak-anak belum pernah ke candi mana pun, akhirnya kami memutuskan ke Candi Prambanan karena menurut saya pribadi areanya tidak seluas Candi Borobudur. Supaya tidak terlalu lelah berjalan. Maklum, anak-ank terkadang tidak sekuat kita yang sudah dewasa. Ternyata, di Candi Prambanan ini bukan hanya ada candi, tapi beberapa fasilitas lain yang juga bisa dinikmati.

Sebaiknya ke sini sekitar siang menuju sore supaya nyaman keliling-keliling. Candinya terawat dengan baik, diperbolehkan masuk melihat arca-arca yang ada di dalam setiap candinya. Bila ada yang mau ditanyakan tentang candi, petugas di sana dengan senang hati menjelaskan. Untuk wisata edukasi, ini tempat yang sempurna deh pokoknya.

Selain candi, suasananya sangat indah terutama di sore hari. Apalagi pas jalan keluar, ada lapangan besar di luar area utama candi, wajib sempatkan berselonjor sejenak di sini. Anak-anak pun senang berlarian karena rumputnya bersih dan datar. Tersedia pula berbagai permainan tradisional gratis seperti egrang, hula hoop dan lainnya, serta bisa melihat hewan-hewan di mini zoo. Terakhir, jangan lupa membeli oleh-oleh di pintu keluar sebagai kenang-kenangan.

Semuanya bisa dinikmati dengan membayar tiket reguler seharga berikut.

Hari Senin - Jumat

Dewasa (>10 tahun) Rp50.000

Anak-anak (3-10 tahun) Rp25.000

Hari Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional

Dewasa (>10 tahun) Rp65.000

Anak-anak (3-10 tahun) Rp35.000

Malam-malam ke Jalan Malioboro 

Malam-malam ke Jalan Malioboro

Malioboro bukan hanya siang saja yang "hidup", malamnya juga tak kalah menyala. Tujuan utama kami ke sini adalah makan nasi kucing. Kangen menikmati suasana malam di tempat ikonik Jogja ini sambil mengenalkan nasi kucing ke anak-anak. Banyak sekali pilihan tempat makan nasi kucing, kami masuk ke salah satu yang ramai saja. Tak lupa, pesan kopi joss dengan arang yang dimasukkan ke dalam gelas kopinya.

Sayang saat kami ke sini sedang hujan. Jadi, tidak bisa mengeksplor lebih ke toko-toko yang masih buka, serta berfoto di plang nama jalan. Tak apa, yang penting sudah sempat makan nasi kucing dan menyeruput kopi joss. Berikut harga-harganya.

  • Nasi kucing semua varian Rp4.000
  • Sate-satean Rp4.000 - Rp10.000
  • Kopi Susu Joss Rp9.000

Bila teman-teman ke sini di puncak musim libur, hati-hati dengan tarif parkir, ya. Pastikan menanyakan dulu sebelum benar-benar parkir untuk menghindari harga yang bikin boncos.

Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo

Masih di Jalan Malioboro, pasar ini juga menarik untuk dikunjungi. Tapi bukan di malam hari, melainkan dari pagi hingga siang. Jangan kesorean juga, karena toko-toko sudah mulai tutup. Memang ada apa sih di pasar ini?

  • Pertama, kalau mau beli batik murah, inilah surganya. Yang harganya 50 ada dan sudah bagus.
  • Kedua, berlimpah souvenir buat oleh-oleh yang murah meriah. Lokasinya agak sedikit ke area belakang. Saking murahnya, saya jadi merasa bersalah pas bayar takut penjual tidak dapat untung. Gantungan kunci saja 10 ribu sudah dapat banyak.
  • Ketiga, makan soto daging legendaris Pak Muh yang enak dan jadi idola banget sampai seluruh meja penuh. Harganya juga ramah, saya lupa pastinya berapa, kalau tidak salah masih belasan ribu atau paling mahal 20 ribuan lah sudah sama nasi. Tersedia juga nasi pecel, bakso, dan berbagai minuman. Wajib coba!

Itulah 5 rekomendasi itinerary kalau teman-teman berencana jalan-jalan ke Jogja. Semua sesuai pengalaman kami dan pastinya ramah bawa anak karena kami mengajak serta dua anak di sepanjang perjalanan. Sudah lengkap juga dengan harga agar bisa memperkirakan budget-nya. Bila belum sempat mengunjungi semuanya, saya sarankan tetap mengunjungi Omah Cantrik karena ini yang paling seru dan menyenangkan. Sayang kalau terlewat.

Semoga bermanfaat.

Post a Comment